Pentingnya Peran Guru Dalam Membangun Karakter Bangsa

Rabu, 29 Juni 2011

Padang, Indowarta
Peranan guru dalam rangka membangun karakter bangsa sangatlah penting, terutama dalam menyikapi kondisi kekinian Indonesia. Dimana banyak terjadi teror, aksi kekerasan dan maraknya aliran sesat.
Menyikapi kondisi tersebut, Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengadakan seminar bertema ’Peranan Guru Dalam Membangun Karakter Bangsa, Antisipasi Terorisme, Kekerasan dan Aliran Sesat’ bekerjasama dengan Forum Masyarakat Cinta Damai Sumbar, Minggu (29/5/2011) bertempat di Gedung Dakwah PWM Sumbar di Jalan Sawahan, Kota Padang.
Seminar yang dimulai pada pukul 09.00 Wib menghadirkan 3 orang narasumber dengan temanya masing-masing yakni, Yaswirman Dosen Universitas Andalas dengan tema ’Membangun Karakter Anak Bangsa Untuk Mengantisipasi Kekerasan dan Teror di Indonesia, Drs.H.Sobhan Lubis, MA Dekan Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol dan Drs.Dasrizal Dahlan, SH, M.Pd Ketua Majelis Tabligh PWM Sumbar. Serta dihadiri sekitar 80-an guru Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat di Kota Padang.
Setelah melalui pemaparan 3 nara sumber serta sesi tanya jawab, disepakati berberapa point penting atau kesimpulan dalam seminar tersebut yakni, seluruh peserta menyepakati bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin. 
Kemudian meskipun banyaknya kejadian atau masalah yang terjadi dalam kehidupan bernegara saat ini, tetap tidak boleh putus asa dan optimis berbuat baik. Pembangunan karakter bangsa tetap musti dilakukan, walaupun banyak terdapat beda pendapat. Selain itu terdapat beberapa cara atau teori untuk membangun karakter.
Selanjutnya, aliran sesat adalah berbahaya dan menjadi tanggungjawab bersama untuk mengatasinya. Peran guru juga sangat diharapkan, sebagai contoh tauladan penting. Lalu perlu dilakukan cara baru dalam menyampaikan pembelajaran, melalui pendekatan dan kasih sayang.
Drs.H.Nurman Agus Wakil Ketua PWM Sumbar di sela-sela acara seminar menjelaskan, bahwa tujuan diadakannya acara seminar tersebut adalah menyikapi fenomena-fenomena yang terjadi di masyarakat pada saat ini.
Fenomena-fenomena tersebut adalah banyaknya aksi kekerasan dan terorisme. Meskipun dalam ajaran agama manapun tidak ada yang mengajarkan radikalisme dan terorisme, ungkapnya.
Selain itu, seminar juga sejalan dengan maksud dan tujuan serta latar belakan berdirinya Muhammadiyah. Dimana Muhammadiyah dibentuk dan didirikan berdasarkan alasan banyaknya permasalahan umat saat itu.
Tema seminar juga dinilai sangat tepat oleh Wakil PWM Sumbar, dengan mengundang para guru, terkait peranannya dalam mengajar terhadap para murid. Terutama banyaknya tawuran antara pelajar sekolah di Kota Padang, akibat kurangnya pendidikan agama atau pemahamannya di sekolah.
Meskipun dalam membentuk karakter anak bangsa yang nantinya akan memimpin bangsa ini, bukanlah sepenuhnya ditangan guru. Melainkan diperlukannya kepedulian dari seluruh pihak, terutama orang tua, lingkungan, sarana pendidikan dan pemerintah.
Sehingga diharapkan melalui sinergitas dan kepedulian bersama, permasalahan yang saat ini terjadi di Indonesia, dapat dicegah atau dihindari kemungkinan terjadinya di Sumbar, pungkasnya. (YS)

oleh Irwansyah
http://www.indowarta.com

0 komentar:

Posting Komentar