Indonesia sendiri telah tiga kali mengikuti ajang internasional ini. Pada keikutsertaan sebelumnya, Indonesia meraih dua medali emas, dua medali perak, tiga medali perunggu, dan empat honourable mention.
Ketiga tim yang dikirim merupakan para juara dari ajang Indonesian Science Project Olympiad 2010 (ISPO 2010). Presiden ISPO Bambang Sudibyo di Jakarta, Kamis (22/4/2010), menjelaskan, ISPO merupakan pintu bagi siswa untuk menjadi berkelas dunia. Bambang berharap, ISPO dalam proses mematenkan hasil penelitian siswa Indonesia tersebut bisa dikomersialkan.
Adapun tim Indonesia yang terjun dalam ajang I-SWEEEP ini adalah Healtha Padmanusa dan Nabila Binti Ahmad Anshori dari SMA Semesta Bilingual Boarding School, Semarang. Mereka berhasil meraih medali perak untuk kategori energi dengan judul penelitian Utilization of Anthocyanin Compounds from Senduduk Plant (Melastoma malabathricum) as Sensitizer in Dye Sensitized Solar Cell. Dalam penelitiannya itu, Healtha mencari solusi murah untuk membuat solar sel.
Wakil Indonesia lainnya, Dhora Vasminingtya dan Nila Sutra dari SMAN 1 Ponogoro, Jawa Timur, meraih perunggu untuk kategori rekayasa teknologi. Judul penelitian mereka Husk Supplement Concret a New Alternative Concrete which is Strong, Light, and Has a High Econmical Value. Penelitian ini mencoba memanfaatkan sekam atau kulit padi sebagai salah satu komponen atau suplemen membuat beton bangunan.
Selanjutnya, Mutiah Humaira dan Shinta Erdiana dari SMA Kharisma Bangsa Bilingual Boarding School, Tangerang Selatan, Banten, berhasil meraih honourable mention untuk kategori energi. Judul penelitian mereka adalah Utilization of Organic Waste being Solid Fuel (Biobriquette) and Liquid Smoke. Pada penelitian ini mereka berdua membuat biobriket dari bahan biomassa, seperti tongkol jagung, dedaunan, dan ranting.
Sumber: Kompas.Com
http://edukasi.kompas.com/read/2010/04/22/18410620/
Lagi..Siswa.Indonesia.Bikin.Bangga..

0 komentar:
Posting Komentar